Bireuen (MA) – Gampong Meunasah Sampoi Ajad, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen menggelar sosialisasi pencegahan stunting, acara tersebut dibuka secara resmi oleh camat setempat, M Yusuf, S.Sos, Jumat lalu.
Camat Jeunieb, M Yusuf, S.Sos menyebutkan dari 43 desa dalam Kecamatannya, baru enam desa yang melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting. Sisanya, 37 desa belum melaksanakan program nasional dengan berbagai persoalan.
Dikatakan, selain sosialisasi di tingkat Kecamatan sudah terlambat di gelar, ada juga beberapa kepala desa yang mengatakan anggaran dari sumber Dana Desa sudah terkuras ke pos yang lain. Tentu saja, merupakan kendala bagi desa tersebut, sehingga Sosialisasi belum bisa terlaksana untuk semua desa.”Padahal, merujuk peturaturan Gubernur Aceh No. 14 tahun 2019 tentang pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi di Aceh,” ujar M Yusuf.
Sedangkan pemateri, Ners Kafrawi, S.Kep, M.Kes menyebutkan sosialisasi pencegahan stunting bertujuan untuk mengantisipasi serta mencegah kelahiran manusia kerdil, yang diharapkan melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat memahami betapa pentingnya asupan konsumsi makanan yang bergizi, terutama bagi Ibu hamil untuk pertumbuhan bayi dan janin dalam kandungan, serta ibu yang sedang menyusui, demikian juga kepada balita.
Sementara itu, Geuchiek Gampong Sampoi Ajad, Zakaria yang didampingi Pendamping Desa, Fadhli mengatakan, selain menggelar sosialisasi pencegahan stunting pada hari yang sama, juga diserahkan penghargaan dan paket sehat kepada Ibu hamil, Ibu Meunyusui serta kaum Ibu yang membawa balitanya.
Berkataitan dengan program sosialisasi stunting di Desa Sampoi Ajad pada tahun 2020, akan mengalokasikan 10 persen dari dana APBG untuk program tersebut, yang terutama di plot pada pos kesehatan.”Terutama, untuk Fasilitas Jamban masyarakat dan kebutuhan pelayan Posyandu, serta program kesehatan lainnya,” pungkas Geuchiek Zakaria.(Juwaini/Maimun MIrdaz)




