Sosialisasi Stunting Digelar di Gampong Sampoi Ajad

Rabu, 1 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen (MA) – Gampong Meunasah Sampoi Ajad, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen menggelar sosialisasi pencegahan stunting, acara tersebut dibuka secara resmi oleh camat setempat, M Yusuf, S.Sos, Jumat lalu.

Camat Jeunieb, M Yusuf, S.Sos menyebutkan dari 43 desa dalam Kecamatannya, baru enam desa yang melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting. Sisanya, 37 desa belum melaksanakan program nasional dengan berbagai persoalan.

Dikatakan, selain sosialisasi di tingkat Kecamatan sudah terlambat di gelar, ada juga beberapa kepala desa yang mengatakan anggaran dari sumber Dana Desa sudah terkuras ke pos yang lain. Tentu saja, merupakan kendala bagi desa tersebut, sehingga Sosialisasi belum bisa terlaksana untuk semua desa.”Padahal, merujuk peturaturan Gubernur Aceh No. 14 tahun 2019 tentang pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi di Aceh,” ujar M Yusuf.

BACA JUGA...  Diduga Di Hipnotis, Pedagang Ini Rugi Puluhan Juta Rupiah

Sedangkan pemateri, Ners Kafrawi, S.Kep, M.Kes menyebutkan sosialisasi pencegahan stunting bertujuan untuk mengantisipasi serta mencegah kelahiran manusia kerdil, yang diharapkan melalui sosialisasi ini, masyarakat dapat memahami betapa pentingnya asupan konsumsi makanan yang bergizi, terutama bagi Ibu hamil untuk pertumbuhan bayi dan janin dalam kandungan, serta ibu yang sedang menyusui, demikian juga kepada balita.

BACA JUGA...  APRI Aceh Selatan "Belajar" ke Abdya 

Sementara itu, Geuchiek Gampong Sampoi Ajad, Zakaria yang didampingi Pendamping Desa, Fadhli mengatakan, selain menggelar sosialisasi pencegahan stunting pada hari yang sama, juga diserahkan penghargaan dan paket sehat kepada Ibu hamil, Ibu Meunyusui serta kaum Ibu yang membawa balitanya.

Berkataitan dengan program sosialisasi stunting di Desa Sampoi Ajad pada tahun 2020, akan mengalokasikan 10 persen dari dana APBG untuk program tersebut, yang terutama di plot pada pos kesehatan.”Terutama, untuk Fasilitas Jamban masyarakat dan kebutuhan pelayan Posyandu, serta program kesehatan lainnya,” pungkas Geuchiek Zakaria.(Juwaini/Maimun MIrdaz)

BACA JUGA...  IMT-GT Harus Ada Perubahan Bagi Sabang

Berita Terkait

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia
JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media
Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Nurzahri: Kita  Apresiasi Kepada Bang Barona Raja Udah Tangani ODGJ di Aceh Utara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:57 WIB

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Senin, 28 September 2026 - 20:12 WIB

JKN Berkelanjutan, BPJS Tapaktuan Gandeng Media

Berita Terbaru

Jubir Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Jubir: DTH 10 KK Gampong Lubok Pusaka Sudah Cair

Kamis, 29 Okt 2026 - 23:10 WIB

Bersama inventor dan jajaran redaksi perusahaan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa bahas huntap, Kamis, (29/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:17 WIB