Sabang (MA) – Pelaksanaan pengembangan kerjasama antar negara bidang perdagangan dan pariwisata Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle yang dimotori Badan Pengusaha Kawasan Sabang (BPKS) dan Pemerintah Aceh diharapkan dapat perubahan bagi kemajuan Sabang.
‘Alhamdulillah kegiatan IMT-GT Cruise Business Forum 2019 yg berlangsung di Mataie Resort, Sabang telah dibuka oleh Plt.Gub Aceh yang juga dihadiri Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari dari Kemenpar Republik Indonesia”., kata Plt Kepala BPKS Ir Razuardi,MT Rabu (16/10/19) di Mata Ie Resort.
Acara tersebut ikut dihadiri Anggota Dewan Kawasan Sabang (DKS) yang juga Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sabang dan para peserta IMT-GT yang terdiri dari Delegasi Kementrian Pariwisata Thailand, Pejabat Kemenpar Republik Indonesia, Pelaku Cruise Tourism, Shipping Agent & Cruise Operator (Pelni, Ben Line, Samudra Indonesia, Princess), Tour Agent dan Asosiasi Pariwisata Aceh & Sabang (HPI, ASITA, ASPPI, ASATI & Pramuwisata Aceh).
Kemudian juga diikuti pelaku bisnis wisata Sabang (Hotel/Resort, Scuba Dive, Organda/Permosa, UKM Sabang). Keg IMT-GT Cruise Business Forum 2019 untuk membuka/mempromosikan New Connectivity Cruise (Sabang – Penang – Phuket – Langkawi).
Dengan pelaksanaan IMT-GT semoga aktivitas Pelabuhan Sabang akan semakin bertumbuh oleh kapal-kapal Cruise, Yachts dan Cargo dan menambah PNBP, bagi pemerintah melalui
Import maupun Ekspor, yang dikelola BPKS dan juga akan terjadi peningkatan ekonomi., jelas Razuardi.
Usai pembukaan acara IMT-GT oleh Plt Gubernur Aceh, Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Dr Indroyono Soesilo mengatakan, Sabang sudah dimiliki segalanya baik keindahan alam bawah laut, wisata sejarah dan juga wisata religi.
Tinggal sekarang bagaimana Pemerintah Aceh, Pemko Sabang dan BPKS sebagai badan yang mengelola kawasan pelabuhan Sabang, bagaimana cara mempromosi dan meyakinkan investor agar mau menanamkan modalnya di Sabang. Contohnya, kegiatan IMT-GT seharusnya tidak hanya di gelar di Sabang tetapi juga di Jakarta.
Tujuannya adalah tambah Indroyono, agar pengusaha yang di Jakarta tau bahwa potensi yang ada di Sabang menjanjikan, dengan demikian pengusaha akan berbondong-bondong datang ke Sabang untuk menanamkan modalnya.
Tentunya, dengan pelayanan yang prima, mudah dan tidak dipungut biaya yang berlebihan. Kalau itu dilakukan maka percaya lah wisata Sabang akan sejajar dengan wisata lainnya yang sudah maju. Apalagi Sabang sudah masuk dalam deretan wisata nasional., kata pejabat yang tidak asing lagi bagi masyarakat Sabang ini. (Jalal).















