Ketua IMPELMONT: Jangan Diam! Pemuda Aceh Besar Harus Menjadi Penyeimbang Pemerintah

Sabtu, 9 November 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Jantho (MA)- Ikatan Pemuda dan Pelajar Montasik (IMPELMONT) merasa sangat prihatin dengan kekisruhan yang terjadi antara Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar. 

“Persoalan disharmonisasi antara Ir. H. Mawardi Ali dan Tgk. H. Husaini A. Wahab kian memanas. Atas apa yang terjadi tersebut, kita menyayangkan sikap pemuda-pemuda di Aceh Besar yang memilih diam, seakan tidak terjadi apa apa di Aceh Besar,” kata Ketua IMPELMONT Ikhwan Zuhdi, SH kepada media ini, Sabtu 9 November 2019.

BACA JUGA...  Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil Serahkan Bantuan Presiden RI untuk Masyarakat Kecamatan Langkahan 

Menurut Zuhdi, pemuda seharusnya peka terhadap kondisi yang sedang terjadi didaerahnya saat ini. Sikap kritis atau apatis, perlu dipertanyakan kembali kepada pemuda-pemuda Aceh Besar.

“Oleh karena itu, dirinya kembali mempertanyakan, kemana sejumlah organisasi-organisasi kepemudaan di Aceh Besar. Ia sangat kecewa dengan diamnya OKP-OKP di Aceh Besar yang terkesan sudah didiamkan oleh penguasa daerah,” ungkapnya.

Selain itu, Zuhdi juga mengatakan, bahwa pemuda Aceh Besar sedang di uji kembali akan intelektualitas, nalar kritis, integritas, moral, dan kepeduliannya akan masa depan Aceh Besar.

BACA JUGA...  Predikat Sangat Bagus, Bank Aceh Raih Penghargaan Infobank Award 2023

Berdasarkan hal tersebut, Ketua IMPELMONT meminta kepada pemerintah daerah jangan terlalu bermain sandiwara diatas kesenjangan sosial masyarakat Aceh Besar.

Dengan terjadinya konflik ditubuh pemerintahan Aceh Besar, malah justru akan merugikan proses pembangunan daerah, identitas daerah, dan juga sangat memalukan.

“Saya melihat, pemuda Aceh Besar seharusnya bisa menjadi penengah antara Bupati dan Wakil Bupati. Pemuda Aceh Besar jangan diam saja,” ujar Zuhdi.

BACA JUGA...  Gubernur Pemerintah Aceh Takut Pada Presiden Jokowi?

Ia menambahkan, pemuda itu selayaknya menjadi penyeimbang pemerintah dan pengontrol pembangunan daerah.

“Fungsi pemuda adalah sebagai penyeimbang pemerintah dan pengontrol pembangunan daerah, bukan malah menjadi pengikut,” tegasnya.

“Selaku pemuda, kita seharusnya bisa menjadi penyeimbang antara pemerintah dengan masyarakat, tentu pemuda harus menjadi bagian dari extra parlemennya masyarakat,” pungkasnya. (Darwin)

Berita Terkait

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie
Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 
Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026
Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten
Komitmen Kembangkan Sepakbola Mini, Ketua KSMI Simeulue Audiensi dengan Wakil Bupati
Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air
Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:57 WIB

Ayah Wa Besuk Korban Kekerasan Tiro di Rumah Sakit Pidie

Kamis, 5 November 2026 - 11:03 WIB

Tragedi Berdarah di Tiro, Tarmizi Age: Pak Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 23:42 WIB

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 November 2026 - 14:41 WIB

Koro Pedang Jadi Alternatif Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba 2026

Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB

Dana Perimbangan Cair, Lima Ketua KADIN Batal WO di Musprov ke-7 Banten

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB