“Terima kasih kepada perum Bulog, Kantor Pos, serta dinas terkait, atas terlaksananya program ini. Semoga bantuan beras ini dapat terus diberikan pemerintah, khususnya untuk membantu masyarakat miskin, kita juga berharap harga beras di pasaran segera menjadi stabil,” ujar Mahyuzar.
Dikatakan, bantuan pangan ini bersumber dari cadangan beras pemerintah dibagikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di mana dalam hal ini berkolaborasi antara Perum Bulog, Pemkab Aceh Utara, dan disalurkan oleh PT. Pos Indonesia. Diharapkan bantuan pangan ini akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, khususnya beras, selama tiga bulan ke depan. Selain itu, bantuan pangan ini juga diharapkan dapat membantu mengendalikan harga beras di pasaran.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara Erwandi, SP, M.Si, mengatakan bantuan beras tersebut merupakan langkah intervensi yang dilakukan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama masyarakat berpendapatan rendah. Dari situ diharapkan akan berdampak pada terjaganya indeks inflasi di daerah.
“Bantuan ini diharapkan dapat mengantisipasi dan memitigasi beberapa bahan pangan guna mengatasi kekurangan pangan di tengah-tengah masyarakat karena beberapa bahan pangan terus mengalami kenaikan harga. Pun masyarakat tani di beberapa kecamatan di Aceh Utara saat ini tidak bisa bercocok tanam karena terkendala pengairan dari bendungan Krueng Pase. Semoga dapat dimanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin untuk memenuhi pangan keluarga,” kata Erwandi.




