2.019 Penari Rapai Geleng Goyang HUT RI Di Abdya

Perhelatan Rapai Geleng massal yang melibatkan 2.019 penari dari seluruh Abdya di HUT RI ke-47 tahun 2019.

Blangpidie (ADC) Sebanyak 2.019 orang penari rapai geleng dari Sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019 di Lapangan bola kaki Persada Blangpidie. Sabtu 17 Agustus 2019.

Ketua BKAD (Badan Koordinasi Antar Desa), Harmansyah mengatakan dipilihnya rapai geleng sebagai seni yang akan tampil pada perayaan 17 Agustus 2019 itu, karena rapai geleng adalah identitas budaya asli Abdya yang lahir dari kecamatan Manggeng.

BACA JUGA...  Penetapan 1 Syawal Di Minta Berpedoman Pada Keputusan Pemerintah

Selain identitas budaya asli Abdya, lanjut Harmansyah pergelarang rapai geleng massal itu juga sebagai upaya mengkampanyekan anti narkoba serta prilaku menyimpang lainnya bagi kalangan muda.

“Dengan pelaksanaan rapai geleng massal ini, juga untuk membangkitkan semangat para pemuda Abdya dan Aceh untuk cinta terhadap kesenian dan budaya sendiri. Kita targetkan, kegiatan rapai geleng ini ini bisa memecahkan rekor MURI,” singkat Harmansyah.

BACA JUGA...  Cek Pembangunan RLTH, Dandim 0207/SML Turun ke Lokasi

Untuk diketahui, dalam rapai gelang massal yang melibatkan 2.019 penari itu merupakan para pemuda dan pelajar yang berasal dari 152 desa dari sembilan kecamatan di Abdya. Dimana, setiap desa mengirimkan 12 orang penari untuk membuktikan identitas rapai geleng dari kabupaten setempat.

Disebutkan, tari rapai geleng ini sendiri adalah sebuah tarian yang berasal dari etnis Aceh, dimana wilayahnya sendiri berasal dari Abdya. Rapai Geleng ini sendiri dikembangkan oleh seorang anonym di Abdya.

BACA JUGA...  Konsulat Jeneral Malaysia Medan Gelar Majlis Makan Malam Hari Kebangsaan Malaysia ke-68

Gerakan dari tarian ini sendiri pun memiliki makna tersendiri yang juga sangat dalam, dimana gerakan tarian ini sendiri berirama satu-satu lambar dan lama kemudai berubah menjadi cepat dan juga diiringi dengan gerakan tubuh yang masih berposisi duduk bersimpuh, meliuk ke kiri dan juga ke kanan.(TN).