18 Ribu Hektar Sawah Rusak, Ayah Wa: Ketahanan Pangan Terancam

Bupati Aceh Utara Ayah mengikuti rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penggunaan Tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) pascabencana yang digelar di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, pada Kamis (26/3/2026).

ACEH  UTARA | MA — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A Jalil,SE.,MM atau yang akrab disapa Ayah Wa, mendesak Pemerintah Pusat agar segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan sekitar 18.000 hektar lahan persawahan yang rusak akibat banjir besar yang melanda wilayah Aceh Utara pada November 2025 lalu.

Permintaan tersebut disampaikan Ayah Wa dalam rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penggunaan Tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) pascabencana yang digelar di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, pada Kamis (26/3/2026).

BACA JUGA...  Yusra: Dari 2006 Sampe 2025 Saya Mengabdi, Trimakasih Bapak Bupati Ayah Wa 

Dalam forum tersebut, Ayah Wa menegaskan bahwa kerusakan lahan pertanian yang begitu luas berpotensi melumpuhkan sektor pertanian dan mengancam ketahanan pangan masyarakat di Aceh Utara jika tidak segera ditangani.

“Pemulihan lahan sawah ini sangat penting agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Jika tidak segera diperbaiki, dampaknya akan sangat besar terhadap perekonomian dan ketahanan pangan daerah,” ujar Ayah Wa.

BACA JUGA...  Dua Anggota DPR Aceh, Ayah Wa dan Tarmizi Panyang Disambut Oleh Tokoh Masyarakat Banda Baro

Selain persoalan sawah, ia juga memaparkan berbagai kebutuhan mendesak lainnya yang harus segera mendapat perhatian pemerintah, di antaranya pembangunan 27 unit jembatan, perbaikan infrastruktur jalan, serta rehabilitasi bendungan dan jaringan irigasi yang rusak akibat banjir.