18 Ribu Hektar Sawah Rusak, Ayah Wa: Ketahanan Pangan Terancam

Bupati Aceh Utara Ayah mengikuti rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penggunaan Tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) pascabencana yang digelar di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, pada Kamis (26/3/2026).

Ayah Wa juga mengungkapkan bahwa sekitar 10.000 hektar lahan tambak masyarakat turut terdampak, serta sedikitnya 500 unit perahu milik nelayan hilang akibat bencana tersebut.

“Kami berharap pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini, sehingga masyarakat bisa segera bangkit kembali,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ayah Wa turut menyoroti adanya ketimpangan dalam penyaluran TKD pascabencana. Ia menyebutkan bahwa dari total 696 desa di Aceh Utara yang terdampak banjir, justru terdapat ketidaksesuaian dalam alokasi bantuan yang diterima.

BACA JUGA...  Jajaki Kolaborasi Digital Strategis dengan Google Indonesia, Ayah Wa: Pendidikan Aceh Utara Bangkit Dimulai Saat Ini

“Di Aceh Utara yang terdampak sebanyak 696 desa. Tetapi kalau kita lihat dalam tabel TKD, yang mendapat justru yang tidak terdampak. Jadi kami mempertanyakan, untuk apa kami diundang jika bukan untuk mendapatkan solusi,” ungkapnya, yang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Plt Sekretaris Daerah Aceh Utara Jamaluddin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Inspektur Aceh, serta jajaran pemerintah daerah dari sembilan kabupaten/kota terdampak dan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait.

BACA JUGA...  Tokoh Masyarakat Lhoksukon Gelar Silaturahmi dengan Ayah Wa dan Tarmizi Panyang

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap adanya langkah cepat dan kebijakan yang tepat sasaran dari pemerintah pusat dan provinsi guna mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pertanian dan infrastruktur yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat.(Sayed Panton)