BENER MERIAH, (MA) – Pemerintah daerah (Pemda) melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Komunikasi Antar Pribadi (KAP) bagi tenaga kesehatan (Nakes) dan kader yang dirangkai dengan Pertemuan Kampanye Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2022.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Abdul Muis, SE, MT didampingi Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Gazali, S.KM serta Kasie Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Karnani Aprina, S.KM di aula Gedung Empu Beru Komplek Perkantoran Pemkab, Serule Kayu Redelong, Sabtu, (10/12/2022).
Kadis Kesehatan Abdul Muis menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir dan juga kepada narasumber pada kegiatan tersebut.“Terimakasih peda seluruh peserta dan juga perwakilan Unicef Cabang Aceh yang juga sekaligus sebagai narasumber,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, sosialisasi KAP dengan sasaran para nakes dan kader dalam wilayah kerja Dinas Kesehatan Bener Meriah adalah untuk menyamakan persepsi serta pemahaman dalam meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dalam proses interaktif antar individu dan komunitas untuk membangun perilaku positif sesuai dengan konteksnya, dengan harapan untuk mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan di tempat kerja masing – masing dalam memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya mengenai penyakit polio.
Dia menjelaskan, Poliomyelitis (Polio) adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus polio, virus ini menyerang system saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. “Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui mulut bersumber dari air atau makanan yang telah terkontaminasi dengan kotoran atau tinja dari orang yang terinfeksi virus polio tersebut, dan virus ini akan berkembang biak dalam saluran pencernaan,” terang Abdul Muis.
Mantan Asisten Ekonomi dan pembangunan Sekdakab Bener Meriah itu juga menceritakan tentang gejala awal polio beberapa diantaranya adalah, demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan dileher, nyeri di tungkai. Gejala ini biasanya muncul 7 – 10 hari setelah terinfeksi, namun juga dapat terjadi dalam rentang waktu 4 -35 hari, sebutnya.
“Kami berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini, nantinya para peserta akan dapat membantu upaya advokasi kepada Reje Kampung (Kepala Desa) dan masyarakat di tempat tugas masing – masing untuk mendukung pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, Insya Allah,” tutup Abdul Muis, SE, MT.
Secara terpisah Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah Gazali, S.KM, terkait kegiatan tersebut menambahkan, kegiatan ini kita laksanakan adalah untuk menindaklanjuti surat Direktorat Jenderal Pencegahan dan pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI No.SR.02.06/C/5569/2022 23 November 2022 Perihal Pemberitahuan Pelaksanaan Sub PIN Polio yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan para Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Aceh.
Kemudian Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI No. SR.02.06/C/5537/2022 Tentang Kewaspadaan Dini Terhadap Kejadian Luar Biasa Polio dari Kasus Virus Polio Vaksin Type 2 ((VDPV2) yang dtujukan kepada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan se-Indonesia, Kepala Balai Besar/Balai Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit se-Indonesia serta Direktur Utama/Kepala Rumah Sakit se-Indonesia, Gazali menambahkan.
Terakhir Surat Edaran Bupati Bener Meriah No.441.8/1795 tentang Pelaksanaan Sub PIN Dengan Memberikan Imunisasi Polio Tetes Sebagai Respon Kejadian Luar Biasa Kabupaten Bener Meriah, sebutnya.
“Sebagai tindak lanjut dari SE Bupati Kabupaten Bener Meriah ini Dinkes sudah laksanakan tetes manis polio kepada anak umur 0 – 12 tahun yang dimulai tanggal 12 hingga 17 Desember 2022 lalu diseluruh wilayah kabupaten Bener Meriah,” tandas Gazali.
Terakhir disampaikan Gzali, untuk kegiatan hari ini, ada 100 peserta dengan rincian 13 Kepala Puskesmas (kapus), Tenaga Promkes 13 orang, 60 kader perwakilan kecamatan ditambah perwakilan Dinkes bidang P2P dan Promkes, pungkasnya. (Ks).




