10 tahun UNESCO, Tari Saman, Warisan Dunia, Teuku Riefky Ajak Generasi Muda Bangga Terhadap Budaya

  • Bagikan
Teuku Riefky dan Muslim ditengah-tengah penari tari saman.

 46 total views,  6 views today

Jakarta (MA) Tepat 10 tahun lalu, UNESCO, organisasi PBB yang membidangi Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi mengakui Tari Saman Gayo sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda.

Anggora DPR-RI asal Aceh Teuku Riefky Harsya (TRH), Rabu (24/11/2021) lewat siaran persnya mengungkapkan dan sangat bersyukur hingga 10 tahun paska penetapan Tari Saman sebagai Warisan dunia, Tarian ini terus mendapat respon dan sambutan positif, tidak hanya Aceh dan Nasional, tapi juga dunia. “Tari Saman saat ini bukan hanya telah menjadi warisan masyarakat Aceh, tapi juga Dunia”, ujar nya.

TRH mengatakan jika Masyarakat Aceh patut berbangga memiliki Tari Saman Gayo ini. “Tari yang berasal dari Gayo Lues ini memiliki Originilitas, Keunikan, dan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalam nya, yang membuat Saman sangat menarik dan berharga”, tambah Anggota Komisi I DPR-RI ini.

Pada momen 10 tahun ini, TRH mengajak Generasi untuk terus bangga dan mempromosikan Tari Saman Gayo dalam kehidupan sehari-hari. “Bentuk kebanggaan kita terhadap Tari Saman adalah dengan terus berkomitmen menjaga dan melestarikannya”, tutup Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat ini.

Dikutip dari id.m,wikipedia.org Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.(*).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...