Aceh Timur (MA) – Sebanyak 44 Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan ke 3 Kabupaten Aceh Timur mengikuti kegiatan Lokakarya di Idi, Kabupaten Aceh Timur. Sabtu 4 September 2021.
Aiyub,S.Pd sebagai PP (Pengajar Praktik) Aceh Timur lewat rilisnya, Ahad 5 September 2021 mengatakan Kegiatan lokakarya ini merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh Calon Guru Penggerak (CGP) setiap sebulan sekali selama 9 bulan.
Ke depannya lanjutnya, kegiatan lokakarya CGP juga melaksanakan Pendampingan Individu setiap bulannya bersama-sama dengan para Pengajar Praktik di sekolah masing-masing. Berbeda dengan lokakarya sebelumnya yakni Lokakarya Perdana yang dilaksanakan sebulan sebelumnya secara Daring, namun pada kesempatan ini lokakarya dilaksanakan secara Luring dikarenakan Kabupaten Aceh Timur berada pada zona level 2 sehingga memungkinkan untuk dilaksanakan lokakarya secara Luring dengan tetap mengikuti Prokes oleh semua peserta dan dengan adanya izin dari Satgas Covid Kabupaten Aceh Timur.
Ia menyebutkan, Kegiatan lokakarya 1 CGP angkatan 3 ini dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur di Aula Hotel Royal Idi, dalam kesempatan tersebut katanya Aiyub, Kacabdin Wilayah Aceh Timur Abdul Jaban, S. Pd. M. Pd menyampaikan bahwasanya dengan adanya program Guru Penggerak yang sekarang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hendaknya dapat meningkatkan kualitas guru yang lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik di sekolah masing-masing, sehingga siswa lebih antusias dan termotivasi dalam belajar sehingga dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa dalam segala bidang, Calon Guru Penggerak juga agar menjadi motor di ekosistem sekolah nya untuk membentuk komunitas praktik baik di sekolah dengan sesama guru dan murid sehingga konsep merdeka belajar seperti yang diprogramkan oleh Kementerian Pendidikan sekarang dapat tercapai dengan baik.
Tambahnya, Lokakarya 1 ini para Calon Guru Penggerak (CGP) didampingi oleh 8 orang Pengajar Praktik yang telah lulus seleksi dan sekarang ditugaskan melalui Satker PPPTK-TKPLS untuk mendampingi para CGP ini selama 9 bulan kedepan di kegiatan Pendampingan Individu dan kegiatan Lokakarya.
Tujuan lokakarya 1 ini disampaikan oleh Mahlizar, S. Pd salah satu Pengajar Praktik ialah CGP mampu menerapkan kompetensi, mengidentifikasi potensi diri, membuat rencana pengembangan diri dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran masa depan. Agenda dalam lokakarya 1 ini terdapat 4 agenda utama yaitu: (1) Pengembangan Diri, (2) Kompetensi Guru Penggerak, (3) Posisi Diri, dan (4) Rencana Pengembangan Diri. Semua agenda utama ini menjadi bahan pembelajaran bagi CGP pada lokakarya 1 ini yang disampaikan langsung oleh para Pengajar Praktik, sebutnya lagi.
Laporan yang diperoleh dari panitia daerah bahwasanya, banyak CGP angkatan 3 ini merupakan guru-guru dari sekolah pedalaman yang ada di Kabupaten Aceh Timur, seperti Lokop, Peunaron, Julok Rayeuk, Sijudo dan lainnya kemudian ada juga sekolah yang dekat dengan perkotaan, ujarnya.
Sehingga kedepan diharapkan banyak sekolah-sekolah yang melahirkan Guru Penggerak di Aceh Timur dan diharapkan dukungan dari para Kepala Sekolah untuk mendorong guru-guru disekolah mereka agar supaya mendaftarkan diri di Program Guru Penggerak ini pada tahap berikutnya, pungkasnya. (*).















