Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, tampak duduk di barisan depan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa doa bersama ini bukan hanya ritual keagamaan, melainkan juga manifestasi rasa syukur dan permohonan ridho Allah SWT agar seluruh rangkaian HUT TNI berjalan lancar dan aman.
“Doa munajat ini memohon ridho Allah SWT, agar puncak perayaan HUT TNI berjalan lancar dan penuh berkah. Semoga TNI senantiasa diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan pengabdian untuk bangsa dan negara,” tutur Danrem dengan suara tenang namun berwibawa.
Baginya, usia 80 tahun adalah simbol kematangan, bukan sekadar angka. Di usia itu, TNI bukan hanya kuat secara fisik dan teknologi, tapi juga semakin matang dalam spiritualitas dan kedekatan dengan rakyat.
“Kekuatan TNI bersumber dari rakyat. Karena itu, momentum HUT ke-80 ini kami maknai untuk mempererat ikatan itu. Dengan semangat TNI Prima [TNI Rakyat] Indonesia Maju, kami ingin menegaskan bahwa TNI akan selalu profesional, responsif, berintegritas, modern, dan adaptif,” tambahnya.
Yasinan bersama ini menjadi potret sederhana tentang bagaimana TNI menjaga keseimbangan antara kekuatan lahir dan batin.
Di tengah dinamika global dan tantangan keamanan yang semakin kompleks, prajurit-prajurit Lilawangsa menundukkan kepala [menyadari bahwa setiap langkah perjuangan tetap membutuhkan restu Ilahi].
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















