Warga Lon Asan Pertahankan Amri Sebagai Kades

Selasa, 20 Oktober 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Besar (MA) – Puluhan warga Gampong Lon Asan, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar menuntut camat setempat untuk mempertahankan jabatan Amri sebagai kepala desa (Kades) mereka.

Kedatangan warga disana mendapat penjagaan ketat dari jajaran kepolisian Polres Aceh Besar dalam mematuhi protokol kesehatan tentang Covid -19 atau Virus Corona.

Tuntutan tersebut disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap yang dibacakan perwakilan warga, Maulidia disaksikan Muspika Lembah Seulawah, di Aula Camat Seulawah, Selasa, 20 Oktober 2020.

Selanjutnya, 11 poin yang menjadi tuntutan diserahkan Maulidia yang diterima Sekretaris Camat (Sekcam), Mustafa Kamil, SH karena Camat berhalangan hadir.

Maulidia mengaku kecewa karena tidak bisa bertemu langsung dengan Camat Lembah Seulawah yang dianggab paling bertanggungjawab atas munculnya permasalahan tersebut.

Menurut Maulidia, Camat Leubah Seulawah terkesan memihak kepada sekolompok warga yang berdemo untuk meminta Kades Gampong Lon Asan, Amri mundur.

BACA JUGA...  Tingkatkan Perlindungan Nasabah, PT. BAS Teken MoU dengan Kejati Aceh

Dalam kasus ini, pada Juli 2020 lalu, sekelompok warga yang dipimpin mantan Imeum Meunasah Gampong Lon Asan berdemo di depan kantor Camat Lembah Seulawah untuk menuntut pencopotan Amri sebagai Kades.

“Tuntutan para pendemo diantaranya kurangnya trasparansi pengelolaan dana desa dan beberapa persoalan lain,” ujarnya Maulidia.

Celakanya, lanjutnya Maulidia, tuntutan tersebut ditelan mentah-mentah oleh sang camat tanpa mempertibangkan surat keputusan Tuha Puet Gampong Lon Asan yang meminta Amri dipertahankan. Bahkan, persoalan tersebut telah sampai pada tingkat Kabupaten Aceh Besar.

“Camat terkesan memihak mereka yang berdemo. Bahkan, secara lisan saya dengar, camat juga meminta Pak Amri untuk mundur. Seharusnya, camat menyelesaikan persoalan ini ditingkat gampong dulu. Apalagi, ada surat rekomendasi Tuha Puet yang meminta Kades dipertahankan. Ini malah melaporkan pada tingkat kabupaten. Ini kan aneh,” ungkapnya.

Maulidia juga kesal dengan Camat Lembah Seulawah yang selalu menghindar dari dirinya dan warga. Padahal, kedatangannya kesitu untuk meluruskan dan mencari solusi agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik.

BACA JUGA...  KPP Pratama Banda Aceh Gelar Deklarasi 

Terkait dengan tuntutan para pendemo yang menyatakan dugaan korupsi atas pengelolaan dana desa, menurut Maulidia, persoalan tersebut sudah clear karena telah dilakukan audit oleh Inspektorat Aceh Besar.

“Kecuali Pak Kades korupsi dan sudah mempunyai berkekuatan hukum tetap (Inkracht), inikan tidak. Tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan Pak Kades, bagaimana kita suruh mundur,” ungkapnya.

Menurut Maulidia, warga yang memberikan dukungan untuk mempertahankan Kades, Amri jauh lebih banyak daripada yang ingin Amri dijatuhkan. Sepengetahuannya, mereka yang ingin Amri mundur hanya segelinntir orang atau sanak famili penggerak demo.

Apalagi, dalam melakukan demo juga dilibatkan anak kecil dan mengiming-imingi mereka dengan uang dan bantuan.

“Saya mengingatkan Pak Camat untuk tidak berpolitik praktis. Ingat, Anda adalah PNS yang disumpah untuk melayani warga tanpa membeda-bedankan. Dan, jika persoalan ini tidak ditanggapi, maka saya akan mengajak lebih banyak massa lagi untuk datang kemari,” tegas Maulidia.

BACA JUGA...  Pemerintah Aceh Harus Jalankan Qanun Ketenagakerjaan

Sementara itu, Sekcam Lembah Seulawah, Mustafa Kamil, SH mengaku akan menyampaikan seluruh aspirasi warga kepada Camat. Dia tidak bisa memberikan lebih banyak penjelasan karena belum begitu paham dengan persolan tersebut.

“Saya baru menjadi Sekcam satu bulan yang lalu. Saya tidak bisa memberikan banyak komentar, takut salah nanti. Yang jelas permasalahan ini akan saya samapaikan pada Pak Camat,” ungkap Mustafa Kamil.

Kegiatan itu turut dihadiri Kapolsek Lembah Seulawah, Ipda Bustaman, jajaran Babinsa, perwakilan Mukim dan tokoh agama. Usai penyerahan tuntutan tersebut, pulahan warga membubarkan diri.

Berikut gugatan masyarakat Gampong Lon Asan Terhadap Tuntutan Demo untuk turunkan Kedes

Berita Terkait

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB