Menurut beberapa kalangan, areal tersebut sangat cocok untuk lokasi sekolah unggul Garuda karena lokasinya tidak jauh dari sejumlah objek pendukung. Misalnya pasar Kota Lhoksukon, RSU Az-Zahra, Polres Aceh Utara, Kantor Cabdis Pendidikan Aceh, juga tidak jauh dari Markas TNI Brigif 25/Siwah. Suasana hijau pebukitan yang adem dan asri, sangat cocok untuk lokasi pendidikan yang membutuhkan ketenangan.
Pada kesempatan itu, Wamen Prof. Stella menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemkab Aceh Utara yang telah berupaya menyediakan lahan untuk rencana pembangunan SMA Garuda. “Di sekolah ini nantinya akan bersekolah anak-anak hebat yang berprestasi, yang direkrut dari seluruh penjuru Tanah Air. Guru-gurunya juga adalah guru terbaik yang direkrut secara khusus. Sehingga lokasinya harus betul-betul siap dan mendukung,” kata Stella.
Selain di lokasi Buket Seuntang, Pemkab Aceh Utara menyediakan dua titik lainnya untuk ditinjau oleh Wamen Dikti Saintek. Yakni di lokasi Gampong Meunje, Kecamatan Lhoksukon (lahan eks rencana Kantor Pemkab Aceh Utara) dan di lokasi Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera (dekat Monumen Samudera Pasai). Kedua lokasi ini juga turut ditinjau oleh Wamen.
Sekolah SMA unggul Garuda akan mengusung pendekatan science-based learning dan character building, mengintegrasikan sains, teknologi, serta nilai-nilai kebangsaan dalam kurikulumnya. Kehadirannya diharapkan menjadi katalis bagi kemajuan pendidikan dan inovasi di wilayah barat Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem riset dan inovasi, di Aceh khususnya.




