Tri Astuti : Disabilitas Bukan Kaum Marginal

Tri Astuti bersama anak downsyndrome [ketunaan intelektual].

“Saran saya, mesti bukan inklusi setidaknya pemerintah harus membuat pelatihan-pelatihan bagi disabilitas agar kelak mereka bisa menciptakan kemandirian bagi penyandangnya,” katanya.

Pun begitu, Tri konsen dan gencar mensosialisasikan Disabilitas, karena banyak para orang tua yang masih sangat malu memiliki anak Disabilitas.

Harapannya Pemkab Aceh Tamiang lebih peduli terhadap kaum disabilitas dan lebih mempermudah akses para penyandang cacat, agar mereka mendapat ruang dan tidak merasa dimarjinalkan.

BACA JUGA...  Ayah Wa Tunjuk Tgk. Muntasir Ramli sebagai Jubir Pemkab Aceh Utara 

“Herannya hampir semua dinas yang ada tidak memasukkan program disabilitas kecuali Dinsos dan Baitul Mal. Dugaan saya karena dari awal musrenbang tidak ada yang menyuarakan. Ke depannya saya harap ini menjadi perhatian serius SKPK di Sekdakab Aceh Tamiang. Mereka bukan tidak mampu, tetapi tidak diajarkan mereka untuk berkemampuan yang sama dengan kaum normal,” pungkas Askharimah Disabilitas ini. [Syawaluddin].