Komandan Satgas TMMD ke-126, Letkol Inf. Raden Herman Sasmita, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tradisi peusijuk merupakan bentuk permohonan restu dan doa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, serta membawa manfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan prosesi peusijuk ini, seluruh pelaksanaan TMMD ke-126 dapat berlangsung dengan baik dan membawa keberkahan bagi masyarakat Linge,” ujarnya.
Dandim menegaskan, TMMD merupakan program kemanunggalan TNI dengan rakyat yang bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pedesaan yang masih tertinggal. Tahun ini, kegiatan TMMD di Aceh Tengah difokuskan pada pembukaan dan pembangunan akses jalan baru di Kecamatan Linge.
“Kami berharap pembangunan jalan ini akan mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil kebun, dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Selain sasaran utama pembangunan jalan, TMMD ke-126 juga melaksanakan sejumlah kegiatan fisik tambahan, seperti pembangunan jembatan, gorong-gorong, perbaikan jaringan pipanisasi, pembangunan WC umum, penanaman pohon, serta program bedah rumah di Kecamatan Silih Nara.
Tradisi peusijuk sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Aceh yang dilakukan sebagai bentuk syukur, doa, dan permohonan keselamatan agar setiap kegiatan yang dijalankan mendapat keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.




