oleh

Tim Usir Wartawan Dan Petinggi YARA, Riefky Harsya Akhirnya Minta Maaf

Banda Aceh, AP-Musim politik telah tiba, banyak caleg gentayangan cari dukungan. Mau caleg baru maupun petahana, semua berlomba lomba untuk menang. Sikap sangat menentukan, sombong dan angkuh sering jadi petaka bagi tim maupun si caleg sendiri.

Contohnya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya terpaksa menyambangi Kantor Yayasan Advokat Rakyat Aceh (YARA) yang berada di Gampong Keramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu 18 November 2018. Untuk apa?

Informasi diterima media ini, kedatangan anggota DPR RI dari partai Demokrat ini ke kantor YARA diterima langsung Ketua YARA, Safaruddin SH, dan para petinggi YARA lainnya.

Maksud kedatangan Teuku Rifky Harysa, dalam rangka memberikan pernyataan maaf atas insiden pengusiran di salah satu warung kopi beberapa waktu lalu, yang dilakukan Tim Teuku Riefky Harsya.

“Saya minta maaf kepada seluruh pihak YARA dan wartawan atas terjadinya kesalahpahaman pada waktu itu,” katanya.

Dengan silahturahmi ini, kedepannya bisa lebih baik dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat Aceh khususnya.

“Itu bukan dari ucapan saya langsung, dan arogan itu bukan karakter saya,” ujar Teuku Rifky.

Sementara itu Sekretaris YARA, Fakhrurrazi, SH menyambut baik itikad baik dari Teuku Rifky Harsya yang bersilaturahmi sekaligus melakukan klarifikasi terkait adanya mis komunikasi hingga insiden pengusiran oleh oknum timses di salah satu Warkop telah terselesaikan dengan kekeluargaan.

“Kami pun tidak lagi mempersoalkan permasalahan tersebut semoga dengan adanya silaturhami ini kedepan tidak terjadi lagi jalinan komunikasi terus terjalin demi sama-sama memajukan Aceh yang lebih baik,” kata Fakhrurrazi.

Dalam acara silahturrahmi tersebut, Pimpinan Redaksi Indojayanews.com, Rudi Hariyanto, SE, MM mengatakan. Bahwa dengan adanya niat baik dari Teuku Rifky Harysa, semoga insiden pengusiran tidak terulang kembali.

Dirinya juga berharap agar Teuku Riefky Harsya bisa menghargai keberadaan insan pers dalam mengontrol baik pemeritah maupun legislator.

“Insan pers sebagai alat kontrol sosial serta sebagai mitra semua pihak dalam pemberitaan, jadi tak perlu alergi,”.

Sebelumnya, diberitakan Tim Teuku Riefky Harsya mengusir salah satu petinggi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Sekretaris dan Direktur Hukum dan HAM serta beberapa Pengurus YARA Pusat lainnya dan Wartawan saat sedang minum kopi di warkop 88 Lamdingin Banda Aceh, Jumat 9 November 2018 yang lalu. Pengusiran terhadap Sekjen YARA dan temannya itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, karena rombongan Partai Demokrat akan menggunakan fasilitas yang dianggap telah disewa oleh partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Tindakan pengusiran tersebut diduga akibat adanya pemberitaan permohonan maaf tim Riefky Harsya atas ketidakhadiran Riefky Harsya dalam pertemuan dengan puluhan wartawan di sebuah warkop. “Mungkin mereka marah karena ada berita seputar ketidakhadiran Riefky Harsya di tengah tengah wartawan yang telah mereka undang.” duga Fajar. (TM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..