Lanjutnya, penanganan pascabencana yang sempat terkendala akses dan mobilitas, tak hanya membutuhkan waktu untuk pemulihan secara fisik, namun juga penanganan dampak kesehatan dan aktivitas penunjang seperti pendidikan.
Selain kebutuhan dasar dan pembersihan, kepedulian karyawan Semen Andalas juga turut diwujudkan melalui pemberian layanan kesehatan serta program trauma healing bagi masyarakat Desa Dayah Kruet, serta penyaluran perlengkapan belajar bagi siswa SDIT Ceudah Rabbani, Pidie Jaya, untuk mendukung keberlanjutan proses belajar-mengajar bagi generasi muda di wilayah terdampak.
Ketua SPSA, Syukurullah Jalil, menyampaikan bahwa seluruh aksi ini merupakan wujud kepedulian kolektif para pekerja. “Ini merupakan kepedulian kita sesama manusia, dari kita dan untuk kita. Seluruh pekerja Semen Andalas ingin turut membantu masyarakat kembali beraktivitas, beribadah, dan menjalani kehidupan dengan lebih layak,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara perusahaan, SPSA, dan pemerintah daerah, Solusi Bangun Andalas terus berkomitmen menjadi bagian dari upaya bersama memulihkan Aceh pascabencana, pungkasnya.(R)





