Pada sesi tanya jawab, banyak saran dan masukan bahkan persoalan di lapangan yang dilaporkan oleh para wartawan maupun pimpinan media.
Seperti diungkapkan wartawan Harian Kompas, Adrian Fajriansyah yang mengaku mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari seorang oknum panitia saat meliput pertandingan sepakbola di Stadion Lampineung.
Menurutnya, seorang oknum panitia mengeluarkan kata-kata, “kalau wartawan merepotkan (panitia), lebih baik nggak usah diliput.”
Kalimat seperti ini mengesankan seolah-olah panitia (PON) tidak memerlukan kehadiran wartawan karena merasa tidak butuh, apalagi kalau ada yang merasa masing-masing lembaga sudah bisa membuat konten sendiri dan disebarkan melalui media sosial.
“Saya pikir unsur pers selalu menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap kali perhelatan PON. Wartawan tetap diharapkan oleh masyarakat untuk menyampaikan berbagai informasi, termasuk kegiatan PON. Jadi, bukan soal suatu lembaga itu bisa membuat konten sendiri atau tidak,” kata Adrian yang sudah berpengalaman dalam liputan even olahraga nasional dan internasional.
Menanggapi laporan itu, Pj Gubernur Aceh, Safrizal berjanji akan menindaklanjuti setiap persoalan yang dihadapi wartawan ketika melaksanakan tugas di lapangan dan berharap semua pihak saling menghargai tugas masing-masing.




