Tak hanya tenun, jilbab bermotif khas Aceh Tamiang juga laris diminati pengunjung. Diakui Yuyun; produk unggulan yang dibawanya itu membuat anjungan pameran Dekranasda Aceh Tamiang ramai sejak pagi hingga sore.
Kerajinan dari lidi sawit pun menjadi primadona, menampilkan sentuhan tangan kreatif pengrajin Bumi Muda Sedia yang memadukan keindahan dan fungsi dalam satu karya.
Dikesempatan itu, Yuyun menjelaskan; Aceh Tamiang telah memiliki 25 motif tenun yang terdaftar sebagai hak kekayaan intelektual daerah.
“Saat ini, Aceh Tamiang telah memiliki 25 motif tenun songket khas daerah yang telah dipatenkan. Dalam aspek pemasaran, kain songket tenun khas Aceh Tamiang yang dinamai Lindung Bulan ini sudah memiliki pasar, tetapi produksinya masih terbatas,” urainya.
Hingga saat ini, anjungan Aceh Tamiang telah dikunjungi sejumlah pejabat pemerintahan dan Anggota DPR RI yang memberi apresiasi atas kualitas kerajinan lokal yang ditampilkan.
Dekranasda Aceh Tamiang berharap momentum pameran ini menjadi pintu pembuka bagi kerajinan dan produk unggulan lokal untuk menembus pasar lebih luas, membawa nama baik daerah, sekaligus menguatkan ekonomi pengrajin di Bumi Muda Sedia.
Hadiri HUT Ke – 45 Dekranas
Sebagai Ketua Dekranasda Aceh Tamiang Yuyun Armia Wakil Ketua Linda Ismail hadiri Acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 45 Dekranas yang diselenggarakan pada tanggal 9 – 11 Juli 2025 di Sport and Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan, Kalimantan Timur.





