
Begitu jelas Ketua Dekranasda Aceh Tamiang Nyonya Yuyun Armia seperti dilansir mediaaceh.co.id dari Samarinda. Jumat, 11 Juli 2025.
Dikatakan; Tenun songket Lindung Bulan asal Aceh Tamiang tak diragukan lagi kualitasnya.
Para penjaga anjungan Aceh Tamiang sibuk memenuhi permintaan, mulai dari menjawab pertanyaan pengunjung, foto motif dan pesanan para pembeli.
Tenun songket khas asal Aceh Tamiang memiliki daya pikat tersendiri. Apalagi motifnya telah dipatenkan sebagai kekayaan komunal Aceh Tamiang pada tahun 2021.
Tenun songket bukan hanya sekedar menjadi pakaian, tetapi juga ciri khas budaya dan cinderamata produk kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.
Yuyun, tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Ia menyebut antusiasme pengunjung menjadi sinyal baik bahwa peluang pasar untuk kerajinan dan produk unggulan Aceh Tamiang sangat terbuka.
“Alhamdulillah, ini menjadi motivasi bagi para pengrajin Tamiang untuk terus berkarya. Kita ingin kerajinan Tamiang semakin dikenal dan membawa manfaat bagi ekonomi pengrajin,” ujarnya.
Disebutkan, satu lembar kain songket bertenun khas Aceh Tamiang itu dihargai mulai dari Rp800 ribu hingga Rp2 juta. “Kain songket Lindung Bulan yang paling digemari ialah motif Pucuk Rebung,” katanya menimpali.





