Tangan yang Mengubah Air Mata Jadi Senyum

Ilustrasi penyerahan kunci rumah layak huni (RLH). Kolonel Inf Ali Imran. Danrem 011/Lilawangsa.

“Kadang kita terlalu sibuk membicarakan pembangunan besar dan program megah, hingga lupa bahwa ada saudara kita yang setiap malam masih berjuang agar atapnya tidak roboh menimpa anak-anaknya. Saya belajar, kepemimpinan itu bukan hanya soal pangkat, jabatan, atau seragam. Ia tentang hati yang mau melihat dan tangan yang mau menolong. Rumah yang kita bangun hari ini mungkin kecil, tapi di dalamnya ada harapan besar yang kembali hidup. Karena ketika satu keluarga bisa tersenyum lagi, berarti masih ada nurani bangsa yang bekerja. Itulah makna pengabdian [bukan sekadar memimpin, tapi hadir untuk meringankan beban rakyat yang memikul hidup di sunyi pedalaman].”

Kolonel Inf Ali Imran, Danrem 011/Lilawangsa

DI TENGAH HAMPARAN sawah dan jalanan tanah berdebu di Gampong Blang Majrun, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, berdiri sebuah rumah baru berwarna cerah.

BACA JUGA...  Ketua KPU Hasyim Asy’ari: Game Over, Tak Layak Dilanjutkan

Bagi sebagian orang, mungkin rumah itu tampak sederhana. Namun bagi Rasidah, perempuan 45 tahun, selama ini hidup dalam rumah reyot hampir roboh, rumah itu adalah “istana kecil” yang tak pernah ia bayangkan akan dimilikinya.

Hari itu, Kamis, 9 Oktober 2025, menjadi hari yang tak akan pernah ia lupakan. Tangisnya pecah di hadapan puluhan orang saat Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menyerahkan kunci rumah di tangannya.