Dalam upacara itu, hadir pula Kasrem 011/Lilawangsa Letkol Inf Andi Ariyanto, para Kasi dan Pasi Korem, para Komandan Satuan Dinasjawatan, serta ratusan prajurit dan PNS TNI.
Semuanya menjadi saksi bahwa semangat sumpah pemuda tak pernah padam [hanya berubah bentuk, dari perjuangan fisik menjadi perjuangan moral dan karya nyata].
Di ujung upacara, tiupan angin membawa gemerincing bendera yang masih berkibar gagah. Sumpah Pemuda seolah hidup kembali di lapangan itu; bukan hanya sebagai upacara tahunan, tetapi sebagai panggilan nurani.
Bahwa selama masih ada pemuda yang mau berbuat dan berbakti, Indonesia akan selalu punya harapan. [].




