“Kami ingin menanamkan budaya disiplin, integritas, dan profesionalitas. Guru yang bekerja dengan hati harus dihargai, karena mereka memberi dampak langsung bagi kualitas pendidikan,” tegasnya.
Pada momen HGN ini, Plt Kadis Pendidikan juga menegaskan komitmen memperluas pelatihan dan pembinaan bagi guru-guru di seluruh kecamatan. Fokusnya mencakup penguatan literasi digital, metode pembelajaran modern, serta pendampingan karakter siswa.
“Ke depan, program pembinaan akan diperluas. Kita ingin setiap guru memiliki akses terhadap pelatihan yang relevan dan berkelanjutan,” ungkap Sukardi.
Sukardi turut menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata dari Bupati Aceh Tengah beserta jajaran pemerintah daerah. Menurutnya, kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan berdaya saing.
“Sinergi dengan pemerintah sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dukungan ini akan terus kita optimalkan untuk kemajuan sekolah dan guru,” ujarnya.
Ketua PGRI Aceh Tengah, Rahmatsyah, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara HGN ke-80 yang dipusatkan di lapangan Setdakab bertujuan memperkuat tali silaturahmi.
“Kegiatan ini kita laksanakan terpusat untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persatuan antara guru, Disdik, Kemenag, dan Cabdin. Semangat kebersamaan ini menjadi energi positif dalam memajukan pendidikan,” ujar Rahmatsyah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















