Sementara itu, Abdul Manaf Wahi menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian SPS Aceh. “Terima kasih atas kunjungan kawan-kawan dari SPS,” ucapnya singkat saat menyambut rombongan di rumah duka.
Kegiatan takziah seperti ini telah menjadi rutinitas SPS Aceh, sebuah organisasi yang menaungi perusahaan pers lintas platform, baik cetak, siber, televisi, maupun radio. Tradisi kebersamaan dalam suka dan duka menjadi wujud nyata kepedulian sosial, solidaritas, dan komitmen menjaga silaturahmi antar anggota.
Sebagai catatan, Serikat Perusahaan Pers (SPS) kini telah berusia 79 tahun. Organisasi ini lahir pada 8 Juni 1946 di Yogyakarta, tidak lama setelah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dirintis. Hingga kini, SPS tetap konsisten mengawal eksistensi perusahaan pers di Indonesia sekaligus memperkuat jejaring antar anggota.(R)




