Ajang yang berlangsung hingga 29 Juli 2026 itu mempertandingkan delapan cabang perlombaan sebagai wadah pembinaan generasi Qurani sekaligus syiar Islam di Kecamatan Baktiya.
Dalam sambutannya, Hadaini menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan tahunan, tetapi menjadi momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“MTQ menjadi sarana membumikan Al-Qur’an, mempererat silaturahmi, serta membina generasi muda agar mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Rangkaian acara juga diisi dengan laporan Ketua Forum Geuchik Kecamatan Baktiya Abdullah, sambutan Ketua LPTQ Kecamatan Baktiya Drs. Tgk. Abdurrahman Bitai, M.A., pembacaan Surat Keputusan Camat Baktiya tentang penetapan Dewan Hakim, serta pelantikan Dewan Hakim oleh Camat Baktiya, Bakhtiar, S.Sos.
Pembukaan MTQ dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kapolsek Baktiya IPTU Agus Maulizar, S.H., M.H., C.P.M., perwakilan Danramil, para geuchik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Melalui penyelenggaraan MTQ XXXVIII ini, Pemerintah Kecamatan Baktiya berharap lahir qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat Kabupaten Aceh Utara, sekaligus semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.(Sayed Panton)




