Sindiran pedis itu sengaja dinyanyikan Usman, untuk membangkitkan birahi politik PA. “Saya lihat PA banyak diam selama beberapa bulan ini, nyanyian politik mereka tidak terdengar renyah dan kritis, saya tak tahu, majal atau apa namanya,” Sindir Usman.
Laporan | Syawaluddin
BANDA ACEH (MA) – Partai Aceh (PA) seyogianya sudah merespon isu-isu politik terkait grass roots (arus bawah) seperti isu ekonomi, pendidikan, kemiskinan dan berbagai masalah ketimpangan lainnya yang berkaitan dengan rakyat. Agar partai lokal yang berlambang kata ACEH dasar merah tersebut tidak dianggap mati suri.
Beberapa bulan terakhir ini Partai Aceh terkesan membisu, tak terdengar lagi riuhnya ritme isu politik yang digelindingkan hingga membuncah. Kini sepi, apakah PA mati suri?. Ungakapan itu melayang dari ucapan Civitas Akademisi Unaya, Aceh. Usman Lamreung pada mediaaceh.co.id, Rabu, 16 Juni 2021 di Banda Aceh.
Sindiran pedis itu sengaja dinyanyikan Usman, untuk membangkitkan birahi politik PA. “Saya lihat PA banyak diam selama beberapa bulan ini, nyanyian politik mereka tidak terdengar renyah dan kritis, saya tak tahu, majal atau apa namanya,” Sindir Usman.
Pemerhati Pemerintahan dan aktifis Sosial ini juga menohok PA, dianggap koma tak kembali hadir menyuarakan aspirasi rakyat melalui media lokal Aceh.




