Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan dukungan masyarakat yang dinilai berhasil menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah, masyarakat terus hadir memberi dukungan. Anak-anak yang ikut lomba sangat bersemangat. Ini menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kepala Dusun Meusara Agung, Syaf Hidayat, ST, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian para peserta dari dusunnya.
“Kami sangat bangga melihat anak-anak berani tampil, baik dalam tilawah, pidato maupun hafalan Al-Qur’an. Ini menjadi kebanggaan bersama,” katanya.
Hal senada disampaikan Keuchik Gampong Gue Gajah, Ardian, yang menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan sarana membangun karakter generasi muda yang Qur’ani.
Penutupan MTQ II berlangsung meriah dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah. Wajah bahagia para peserta dan keluarga menjadi penutup indah kegiatan yang berlangsung selama enam hari tersebut.
Mengusung tema “Mengamalkan Al-Qur’an, Meningkatkan Kualitas Iman”, MTQ II Gampong Gue Gajah diharapkan terus menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan generasi muda yang berakhlak dan membanggakan. (R)




