Rahmah Nur Rizki, Ketua Yayasan Sekolah Inspirasi Bangsa, menegaskan bahwa pembentukan karakter adalah proses yang memerlukan waktu dan konsistensi. “Karakter tidak lahir begitu saja. Awalnya anak-anak dipaksa, lalu terpaksa, hingga akhirnya terbiasa,” ujar Rahmah. Ia memberi contoh metode harian di sekolah, yaitu mendorong anak berbicara di depan umum untuk membangun keberanian dan percaya diri.
Selain program pengembangan karakter, sekolah ini juga mengelola program beasiswa KAK SUSI (Kakak Asuh Sekolah Inspirasi) yang diperuntukkan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa berprestasi. Beasiswa ini dihimpun dari donasi masyarakat Aceh Tamiang dan luar daerah, sebagai bentuk gotong royong mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu.
Melalui seluruh programnya, Sekolah Inspirasi Bangsa terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan bermakna, memberdayakan setiap anak untuk menjadi versi terbaik dirinya dan menjadi harapan masa depan Aceh Tamiang. (R)




