“SMF bakal melibatkan sekitar 1.000 orang peserta, meliputi pelaku seni, komunitas masyarakat, nelayan, siswa, pelaku usaha, serta unsur pemerintah. Dengan semangat kolaborasi dan memiliki, kita yakin event ini menjadi titik balik kebangkitan pariwisata dan perekonomian masyarakat Sabang,” ujar Faisal mewakili Pj Walkot Sabang, Reza Fahlevi.
Hal senada juga dilontarkan Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, T Hendra Faisal dalam sesi jumpa pers peluncuran SMF 2023. Pagelaran event dengan konsep baru ini menjadi momentum kebangkitan sendi perekonomian masyarakat Sabang di sektor pariwisata.
“Pemerintah Aceh melalui Disbudpar akan berkontribusi men-support kegiatan ini agar meriah. Insyaallah dengan berbagai platform medsos dan bentuk publikasi lainnya, serta menyertakan 100 penari untuk tarian kolosal yang menggambarkan Sabang dari tahun ke tahun,” ungkap Hendra mewakili Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal.
Menurutnya, dengan terbukanya kembali penerbangan internasional melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, tak menutup kemungkinan wisatawan mancanegara hadir ke Sabang Marine Festival.
“Disbudpar Aceh menargetkan 2,5 juta kunjungan wisatawan di tahun ini. Semoga, SMF dan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang akan digelar pada Agustus mendatang menjadi event terbesar penyumbang kunjungan wisatawan ke Aceh. Kita harus bersinergi, yuk sama-sama menjadikan event ini momentum untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat dan pengembangan pariwisata Aceh ke depan, khususnya di Sabang,” pungkasnya.




