Rumah Nyaris Runtuh; Ikhtiar Sunyi Zainal Arifin Bertahan Hidup di Teluk Halban

Senin, 17 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Nyaris Runtuh; Ikhtiar Sunyi Zainal Arifin Bertahan Hidup di Teluk Halban. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Rumah Nyaris Runtuh; Ikhtiar Sunyi Zainal Arifin Bertahan Hidup di Teluk Halban. [Foto Dok | mediaaceh.co.id | Awelatam].

Bila musim hujan tiba, air sering merembes masuk, menetes pelan di beberapa titik, memaksa Zainal dan anak perempuannya menggeser kasur atau menadah tetesan memakai ember.

“Kalau hujan lebat, kami biasa bangun tengah malam. Cari bagian yang tidak bocor untuk duduk sampai hujan berhenti,” ujarnya pelan.

Kondisi rumah itu tak hanya menua, tapi juga menyimpan tanda-tanda bahaya. Atapnya sudah mulai turun, beberapa tiang penyangga lapuk, dan lantai kayunya terasa goyah saat diinjak.

BACA JUGA...  Kehadiran Irjen Bukan Untuk Takuti

Namun di balik kondisi memprihatinkan itu, Zainal tetap mempertahankan rumah itu sebagai tempat ia berteduh, tempat ia membesarkan ketiga anaknya [dua di antaranya kini sudah berkeluarga dan tinggal terpisah].

Kerja Serabutan; Ikhtiar Tanpa Kepastian.

ZAINAL tidak memiliki pekerjaan tetap. Setiap hari, ia bangun lebih pagi dari kebanyakan orang, lalu berjalan menuju dermaga Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di kampungnya.

BACA JUGA...  Membaiknya harga sawit petani Aceh borong emas

Di sana, ia menunggu peluang. Kadang membantu mengangkat barang, kadang diminta mengantar sesuatu, atau sekadar diberi upah setelah membantu bersih-bersih.

Tidak ada kepastian. Tidak ada gaji bulanan. Semuanya bergantung pada siapa yang membutuhkan tenaga.

“Kadang ada orang minta tolong angkat ikan, bawa barang, atau suruh apa saja. Berapa pun diberi, saya terima. Yang penting halal,” katanya sambil memaksakan senyum.

Di usianya yang sudah melewati kepala enam, tubuh Zainal mulai melemah. Tulang-tulangnya tampak menonjol, kulitnya menipis, dan nafasnya kerap terdengar berat. Tapi ia tak pernah meminta belas kasih secara langsung kepada orang lain.

BACA JUGA...  Anggota DPRK Pijay Kritisi PA Soal Rumah Dhuafa

“Meminta-minta bukan pekerjaan yang disukai Allah SWT,” ujarnya lirih, seakan menegaskan prinsip hidup yang ia pegang selama ini. “Usaha itu wajib, hasil itu Allah yang punya.”

Sendiri Mencari Nafkah, Anak Masih Sekolah.

Berita Terkait

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:58 WIB

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Senin, 21 September 2026 - 15:49 WIB

Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 

Senin, 21 September 2026 - 15:10 WIB

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Kamis, 17 September 2026 - 20:56 WIB

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Anto Genk Apresiasi SPS Workshop Series: AI Jadi Peluang Baru

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:39 WIB

Ketua PSI Provinsi Aceh, Anwar Tgk. Rabo.

PERISTIWA

PSI Aceh: Jangan Viralkan Identitas Anak di Ruang Digital

Rabu, 23 Sep 2026 - 23:34 WIB

KESEHATAN

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Rabu, 23 Sep 2026 - 22:58 WIB

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB