Ia menegaskan, penghargaan yang diterimanya akan menjadi penyemangat baru untuk terus mengabdi kepada masyarakat Aceh khususnya, serta kepada bangsa dan negara Indonesia pada umumnya.
“Insya Allah, penghargaan ini akan menambah semangat saya untuk terus mengabdi kepada masyarakat Aceh khususnya, serta kepada bangsa dan negara Indonesia pada umumnya. Saya percaya, setiap amanah harus dijawab dengan kerja nyata. Selama masih diberi kesehatan dan kesempatan, saya akan terus berupaya berada di tengah masyarakat, mendengar suara mereka, dan berbuat sesuai kemampuan yang saya miliki,” tuturnya.
Bunda Salma juga menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga, terutama sang suami yang selama ini setia mendampingi setiap langkah pengabdiannya.
“Saya menerima semua ini tentu tidak sendiri. Ada sosok suami saya tercinta yang selalu memberikan doa, dukungan, nasihat, dan kekuatan dalam setiap langkah perjuangan saya. Tanpa dukungan beliau, saya mungkin tidak akan mampu berdiri di sini menerima penghargaan ini,” katanya.
Selain Bunda Salma, penghargaan yang sama juga diberikan kepada sejumlah tokoh perempuan nasional lainnya, di antaranya Ir. Diana Kusumastuti, M.T. (Wakil Menteri PU), Dra. Hj. Nurhayati Subakat (Founder Wardah), Tinawati Andra Soni (Ketua TP PKK Provinsi Banten), Dr. Dra. Hj. Sitti Ma’ani Nina, M.Si., CGCAE, Dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, Siti Fauziah, S.E., M.M. (Sekjen MPR), Wilda Yanti, S.Kom., Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. (Anggota Dewan Pers), Dr. Shinta Purwitasari, S.H., S.T., M.H., serta AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian, S.H., M.M., M.H.




