RAHMAD SYAFRIAL, SH Jangan Pernah Takut Punya Cita Cita

Senin, 16 Desember 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG, (MA) | Dia berpilosofi “Jangan pernah takut punya cita cita,” sebab dari cita cita akan melahirkan satu kenyataan hidup, melanjutkan mimpi jadi kebenaran.

Agaknya, mimpi seorang Rahmad Syafrial, lelaki hitam manis kelahiran, Kualasimpang, 9 September 1973, 46 tahun silam, hari ini menjadi catatan sejarah didalam perjalanan hidupnya.

Harapan itu penting, seseorang harus terus memiliki harapan, sebab harapan harus diwujudkan menjadi nyata melalui ikhtiar dan usaha yang keras.

Dia tak pernah membayangkan akan duduk dikursi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang.

BACA JUGA...  Bangun Gedung Polindes Gunanakan ADD 2019

Aktifis kemanusiaan yang juga Lawyer tersebut, pernah mengalami masa masa krisis disaat masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum, di sebuah Universitas Swasta di Jogjakarta.

Suami dari Nely Fadila itu, kini bukan lagi seorang Aktifis ataupun Lawyer, tetapi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, periode 2019 – 2024, dari Partai Bulan Bintang (PBB), hasil Pemilihan Legislatif 2019 .

Kali ini Syawaluddin, dari mediaaceh.co.id; merekam jejak pentolan Aktifis dan Lawyer selama satu jam bersama Rahmad Syafrial, SH. Apa dan bagaimana hingga dirinya bisa didapuk sebagai Wakil Rakyat di kursi Parlemen.

BACA JUGA...  Badut Turut Meriahkan Penyambutan Murid Baru SD Muhammadiyah 2 Langsa

Masa Masa Sulit Menjadi Mahasiswa.
Diakui Ayah dari, Erwina Rahmalia, Maulana Abduh, Fauzan Abdalah dan Nurlia Arsyila, masa – masa paling sulit yang pernah Rahmad (sapaan akrab Rahmad Syafrial, SH) rasakan adalah saat masih menyandang status Mahasiswa.

Dimana pada fase itu Rahmad mengakui sangat berat, bagaimana tidak, disatu sisi dia harus menyelesaikan pendidikannya, disisi lain style Mahasiswa dekade 90 an pasti terbawa arus reformasi.

Arus dan transisi pikiran kritis membawa Rahmad lupa akan kuliah, era itu hamper semua mahasiswa sibuk berdemontrasi dijalan dan menjadikanya sebagai gaya hidup Mahasiswa disisi lain sebagai Mahasiswa tentu menjadi kewajiban untuk menyelesaikan kuliah .

BACA JUGA...  Sahabat RAS Sumbang Kitab dan Buku Islami

Akhirnya kita tersadar bahwa teman angkatan kuliah hamper semua telah diwisuda tetapi kita belum juga wisuda. Sebagai mahasiswa mungkin waktu 10 tahun tentu lama untuk sebuah gelar pendidikan Strata satu tetapi ada prinsip yang harus dilalui, ”lebih baik selesai telat dari pada tidak selesai,” ujarnya bercanda tapi serius.

Berita Terkait

PESAWAT: Informasi Harus Terverifikasi
Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam
Pemulihan Lamban, Korban Banjir dan Longsor Aceh Sorot Kinerja Satgas Bencana
Masyarakat Sabang Menyesalkan Pejabat BPKS Yang Telah Dikeluarkan Kini Masuk Lagi
Abu Salam Kunjungi SPS Aceh, Bahas Sinergi Pers dan Investasi
Mualem Ganti Ketua Beserta Pengurus KPA Wilayah Sabang dan Pulo Aceh
Ketua Satgassus Bireuen Sidak Pupuk Subsidi
Wahyudi Ramadhan Ditunjuk Sebagai Pimpinan Pengcab Aceh Internasional Orientering Kota Sabang

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:30 WIB

PESAWAT: Informasi Harus Terverifikasi

Selasa, 14 April 2026 - 01:01 WIB

Tiga Figur Dinilai Layak Pimpin DPRA, Ini Kata Abu Salam

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pemulihan Lamban, Korban Banjir dan Longsor Aceh Sorot Kinerja Satgas Bencana

Jumat, 10 Oktober 2025 - 16:09 WIB

Masyarakat Sabang Menyesalkan Pejabat BPKS Yang Telah Dikeluarkan Kini Masuk Lagi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 02:06 WIB

Abu Salam Kunjungi SPS Aceh, Bahas Sinergi Pers dan Investasi

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Polda Kaltim Ajak Insan Pers Sebarluaskan Informasi Kepolisian

Minggu, 8 Nov 2026 - 19:23 WIB