“Kami ingin menunjukkan bahwa industri pertambangan tidak selalu identik dengan kerusakan lingkungan. Banyak perusahaan yang sudah menjalankan operasi dengan baik dan mematuhi regulasi yang ada. Sayangnya, banyak orang masih terjebak pada persepsi negatif yang salah,” ujar Adi.
Tahun ini, SBA juga mengajak teman-teman media untuk lebih memahami dan menyebarkan informasi yang benar terkait kegiatan perusahaan. Media diharapkan dapat menjadi mitra dalam memperbaiki citra industri pertambangan yang selama ini sering dikaitkan dengan dampak negatif terhadap alam dan masyarakat.
“Dengan media, kita berharap dapat mengubah framing yang salah tentang tambang. Banyak perusahaan tambang yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Pilar kedua yang diangkat dalam Quarry Day adalah lingkungan. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, SBA melaksanakan berbagai kegiatan lingkungan, seperti penanaman pohon, pelepasan bibit ikan ke sungai, dan penanaman tanaman bakau.
Kegiatan ini, tambah dia, menjadi simbol nyata dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan kelestarian alam di sekitar lokasi tambang.
Terakhir, pilar pemberdayaan menjadi landasan dalam menjalin sinergi dengan masyarakat. SBA terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup melalui berbagai program pemberdayaan.




