Agar ini tidak terulang lagi, kami harap BPMA bersama Medco Malaka memberikan pernyataan resmi penyebab keracunan warga, apakah unprosedural ataupun faktor dari pengadaan barang/jasa.
BPMA juga hendaknya memastikan beberapa prosedur lainnya diantaranya, pengelolaan informasi publik (konsultasi dan sosialisasi), pengelolaan penanganan keluhan dan lainnya benar-benar diterapkan agar potensi konflik dapat diminimalisir.
Bukankah gas tersebut tidak keluar dengan sendirinya? Tentu ada “tangan manusia” yang menyebabkan gas muncul dan memakan korban (mencium gas = korban).
Publik juga belum mendengar solusi permanent dari peristiwa/insiden selama ini terjadi, apakah solusi pada konsep ataupun pada perbaikan Emergency Management Plan (*).





