Primordialisme Politik dan Identitas Bayangi Pemilu 2024

Primordialisme Politik dan Identitas Bayangi Pemilu 2024

Primordialisme Politik dan Identitas Bayangi Pemilu 2024

KUALASIMPANG (MA) – Primordialisme politik dan identitas masih membayangi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia, Khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Sebab, dimana politik populisme masih mendominasi melakukan praktiknya, terutama terhadap pemilih, mereka [kontestan] menyerang dengan melakukan black champaign dan ancaman.

BACA JUGA...  Sinergi Pusat–Aceh Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang

Begitu dijelaskan, Teuku Kemal Fasya, Dosen Universitas Malikulsaleh, Lhokseumawe, dalam Sosialisasi Tindak Pelanggaran Jelang Pemilu 2024 yang di gagas Panitia Pengawas Pemilih (Panwaslih) Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 5 September 2022 di Karang Baru.

Kemal mencontohkan Pemilu yang terjadi di Amerika, begitu selesai dilakukan pemilihan. Sudah diketahui pemenangnya siapa.

Sebab seluruh lembaga yang terlibat berjalan sesuai dengan tupoksinya masing-masing serta mekanismenya bejalan secara sistemik.

BACA JUGA...  Masa Tanggap Darurat Banjir Aceh Utara Diperpanjang

Berbanding terbalik [sebut Kemal melucon] jika Indonesia, Pemilu belum dimulai, sudah ketahuan siapa pemenangnya.

Sebab apa, berdasarkan catatan Freedom House, masih terdapat cacat terhadap ruang gerak pemilih dari demokrasi yang bergulit, lalu masih terdapatnya pembungkaman terhadap pemilih di masyarakat.

“Kita [Para kontestan] masih mengedepankan mekanisme yang bersifat progresive, dimana masing-masing kandidat masih mengandalkan cara-cara yang mengandung pemaksaan,” Jelas Kemal pada mediaaceh.co.id.

Penulis: SyawaluddinEditor: Syawaluddin Ksp