Berkat sebagian besar pemain yang tersedia, hanya ada satu kekhawatiran kebugaran bagi pelatih Gwangju FC Jung-hyo Lee. Jae-hwan Hwang (Cedera otot) tidak akan beraksi.
Dalam perjalanan baru-baru ini, Gwangju bertemu dengan 2 tim Tiongkok dan tidak kalah, namun kemenangan melawan Shanghai Shenhua terjadi di kandang dan hasil imbang melawan Shanghai Port sebagian karena lawan harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit.
Dibandingkan dengan dua lawan yang disebutkan di atas, Shandong Taishan dinilai lebih rendah. Tim ini mengakhiri musim Liga Super China 2024 di posisi ke-5 keseluruhan, sehingga tidak dapat berpartisipasi dalam musim kompetisi kontinental berikutnya (2025/26). Namun siapa tahu, mungkin itulah sebabnya Shandong Taishan ingin meninggalkan kesan di AFC Champions League Elite tahun ini.
Padahal, meski berada di luar Top 8, pintu menuju babak 16 besar masih cukup terbuka bagi wakil Provinsi Shandong tersebut karena hanya terpaut 1 poin dari zona kualifikasi dan di babak terakhir, tim asuhan pelatih Choi Kang-hee tersebut hanya tinggal berhadapan dengan Ulsan Huyndai yang sudah hampir tersingkir (3 poin/6 pertandingan).
Menurut perhitungan, jika mampu meraih 3 poin lagi, peluang Shandong Taishan untuk lolos babak penyisihan grup cukup cerah dan untuk lebih pastinya tentu harus 4 atau 6 poin. Jadi jika mereka mengalahkan Gwangju, tim Tiongkok akan mampu mencapai babak berikutnya dan dengan keuntungan bermain di kandang sendiri, tujuan itu sangat mungkin tercapai.




