Hanya saja, berkaca dari 2 pertemuan di kompetisi reguler musim ini, Palermo justru babak belur ketika menjamu Venezia. Bertemu di Renzo Barbera saat pekan 30, Il Rosanero kalah telak dengan skor 0-3. Ketiga gol Venezia kala itu dicetak oleh Joel Pohjanpalo (brace) dan Christian Gytkjaer.
Kekalahan itu layak jadi catatan anak asuh Michele Mignani di laga play-off. Saat ini, Palermo sedang mendapatkan momentum usai menang dari Sampdoria. Hal tersebut tidak layak dirusak dengan kekalahan dari Venezia yang memang secara peringkat ada di atas Il Rosanero.
“Melawan Venezia kami harus memikirkan bahwa laga ini digelar dalam dua laga. Kami punya keuntungan dengan bermain di kandang lebih dahulu sehingga kami harus meraih kemenangan. Dalam momen seperti ini hal terpenting adalah aspek mental,” jelas bek senior Palermo, Fabio Lucioni, setelah laga melawan Sampdoria.
Sementara itu, Venezia jelas akan diuntungkan karena jadwal. Bersama Cremonese, I Leoni alati memang hanya menanti lawan di babak semifinal. Artinya secara energi, Jay Idzes dan kawan-kawan tidak akan terkuras seperti skuad Palermo.
Di sisi lain, Venezia juga mesti sadar bahwa laga dimainkan kandang dan tandang. Boleh saja secara statistik mereka menang di kandang Palermo. Namun, saat tampil di Pier Luigi Penzo, kandang Venezia sendiri, I Leoni alati uga dihabisi Palermo 1-3. Hasil itu bahkan menjadi kekalahan dengan skor terbesar yang dialami Venezia musim ini.




