Namun, peningkatan performa di benua itu diimbangi dengan penurunan standar di dalam negeri, karena Besiktas telah goyah di Liga Super sejak mengalahkan Lyon.
Sebelum kemenangan pada pertandingan ketiga di Eropa, Besiktas telah membuat awal yang tak terkalahkan di liga setelah delapan pertandingan, tetapi setelah perjalanan ke Prancis, tim Van Bronckhorst telah kalah dalam kedua pertandingan.
Meskipun kekalahan tipis dari Galatasaray mengecewakan tetapi pada akhirnya dapat dimaafkan, kekalahan 3-1 di kandang sendiri dari Kasimpasa pada akhir pekan menimbulkan ketidakpuasan dari para pendukung BJK.
Kini, Besiktas menghadapi Malmo yang hanya pernah mereka kalahkan sekali dalam enam pertemuan, yakni di Piala UEFA 2005-06, karena empat pertandingan sebelumnya berakhir dengan kekalahan, termasuk dua pertandingan terakhir di kandang sendiri.
Malmo memanfaatkan kesempatan untuk mengistirahatkan sebagian besar skuat mereka di akhir pekan menjelang pertandingan ini, karena mereka telah memastikan gelar Allsvenskan menjelang pertandingan terakhir minggu depan.
Namun, mengklaim gelar dengan mudah selama periode ini dalam kalender Eropa mengancam akan menggagalkan kampanye mereka di benua itu, karena mereka telah memulai Liga Europa dengan biasa-biasa saja, dengan hasil domestik yang telah menurun dan tidak ada yang tersisa untuk diperjuangkan.




