Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Rasulullah memiliki empat sifat utama yang patut diteladani, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan risalah), dan fathanah (cerdas). Keempat sifat tersebut, katanya, harus menjadi cermin bagi setiap anggota Polri. Dengan menanamkan nilai-nilai itu, akan lahir insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, humanis, dan dipercaya masyarakat.
Selain itu juga ditekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai modal utama pembangunan.
“Tidak mungkin sebuah bangsa maju bila masyarakatnya hidup dalam rasa takut dan perpecahan. Menjaga situasi kamtibmas yang kondusif bukan hanya tugas Polri semata, tetapi kewajiban kita bersama, baik TNI, pemerintah daerah, instansi, tokoh agama, maupun seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketika kamtibmas terjaga, pemerintah dapat menjalankan program pembangunan dengan baik. Karena itu, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan ajang mempertebal keimanan, memperkuat ukhuwah, dan memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga Aceh agar tetap aman, damai, dan sejahtera.
“Mari kita semua memperkuat semangat kebersamaan. Polri tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga keamanan. Sinergi antara aparatur negara, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen bangsa adalah kunci dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di provinsi yang kita cintai ini,” pungkasnya.




