Poen Che’k : Gagasan Referendum Jangan Hanya Sekedar Sensasi dan Argumentasi Semata

Selasa, 28 Mei 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Pemuda Barat Selatan Aceh Nasri Saputra, menyatakan sangat setuju dan sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh mantan Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Aceh lebih baik mengikuti jejak Timor Leste yaitu, “Referendum Solution”.

“Asalkan gagasan yang terkesan bias itu, bisa dibuktikan dengan data akurat beserta penjabarannya dan dapat diterima logika, sesuai dengan aspek aspek hukum (peraturan) internasional dan nasioanal atas perdamaian dunia dan perlindungan hak warga sipil,” ungkap Nasri Saputra yang juga akrab disapa Poen Che’k via WhatsApp kepada media ini, Selasa 28 Mei 2019.

Pemuda yang pernah ikut bergabung dalam Tim Pemekaran Aceh Barat Selatan (ABAS) dan Aceh Lauser Antara (ALA), juga ikut berorasi di acara Manifesto Politik Pemuda ALA- ABAS yang berlangsung di Lapangan Teuku Umar Ujoeng Kareung Meulaboh Minggu 7 Februari 2016 lalu, ia berpendapat, gagasan Referendum Aceh adalah relefan.

BACA JUGA...  Diberitakan Belum Cukup Umur, Ini Kata Cabup Aceh Jaya

“Kita berharap, pusat jangan menanggapi hal tersebut dengan tendensius dan sinis, akan tetapi hargai sebagai bagian daripada penyampaian pendapat yang dijamin oleh UU RI Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Dengan menimbang, bahwa kemerdekan menyampaikan pendapat di muka umum, adalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang dijamin UUD 1945 dan deklarasi universal hak hak asasi manusia. Jadi jangan dianggap hal itu adalah Makar,” sebut Poen Che’k.

Gagasan Aceh Teudong Ateuh Gaki Droe (berdiri diatas kaki sendiri) apakah sudah dipertimbangkan dan diputuskan dengan sematang matangnya ??. Serta, sudah sejauh mana kita mempersiapkan ketersediaan sumber daya manusia.

BACA JUGA...  Forkab : Cuap Referendum Mualem Tidak Lebih Sebatas Branding Politik Partai Aceh

Selain itu, kita juga jangan hanya sekedar mengeluarkan gagasan saja, dan kita juga tidak hanya sekedar membuat sensasi semata. Namun semua itu, butuh kajian, analisis, dan riset yang autentik oleh profesional dan pakar, serta pendapat dari semua pihak termasuk Jakarta (Indonesia).

Menurutnya, kita semua tidak ingin ada lagi pertumpahan darah, dan kita semua mencintai kedamaian dan perdamaian. “Kita bercita cita atas sebuah penentuan, biarlah rakyat yang menentukan apa yang terbaik, karena kedaulatan itu ada ditangan rakyat,” pungkas ayah dua anak ini.

“Dirinya menegaskan, bahwa kesetujuannya terhadap apa yang disampaikan oleh Muzakir Manaf, adalah sikap dan pendapat pribadinya,” kata pemuda yang juga pernah terlibat didunia jurnalis, Anggota KNPI Aceh Jaya, Anggota Pemuda Pancasila Aceh Jaya, Anggota PWI Aceh Balai Aceh Jaya, sekarang menjabat Sekretaris DPW Partai Daerah Aceh Kabupaten Aceh Jaya.

BACA JUGA...  Santriwati PPIT Al Hidayah Sidodadi Juara Harapan Satu Cerdas Cermat

“Saya rasa pendapat itu lumrah, tidak perlu ditendesiuskan, tapi perlu menjadi perhatian serius dari semua pihak dengan mentaati dan mengamalkan pembukaan UDD 1945 “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan,” tandasnya

Lebih lanjut ia juga menambahkan, jajak pendapat harus sesuai dengan perspektif perlindungan warga sipil sebagaimana teramanahkan dalam Konvensi Jenewa IV Tahun 1949.

“Kita semua harus menjungjung tinggi hak asasi manusia dan kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum,” tutup Poen Che’k. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal
Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:41 WIB

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 September 2026 - 17:29 WIB

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB