Menurut Wantanindo; hal tersebut harus di desak dengan paksa, karena sudah beberapa kali ganti kepala dinas dunia pendidikan masih memprihatinkan sampai ada anak-anak belajar di teras.
“Apalagi itu, yang plafon-nya mau lepas, bagaimana generasi kita mau pinter kalau mereka belajar tidak fokus, takut kepalanya bocor tertimpa plafon. Saya bilang 80 persen plafon-nya sudah banyak yang lepas. Hanya untuk rehab plafon saja tidak peduli, apa gedung ini harus sampai roboh baru dibangun,” Jelasnya kesal.
Disisi lain, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Aceh Tamiang, Kairuddin dikonfirmasi wartawan menjelaskan, usulan dari SMPN 8 Karang Baru ada masuk tapi untuk penambahan ruangan, bukan rehab. Namun kendalanya sistem di dapodik sekolah tersebut tidak terbaca karena tidak tersedia lahan.
“Namun setelah dicek kesana lahan di SMPN 8 masih luas. Apa dapodiknya yang salah atau bagaimana kita gak tau juga,” sebut Kairuddin. Terkait usulan rehabilitasi plafon jebol SMPN 8 Karang Baru masuk di dinas, Kairuddin belum mengetahui secara pasti.
“Nanti saya konfirmasi ke kadis dulu karena kadis yang turun langsung meninjau sekolah tersebut baru-baru ini,” katanya singkat. [Syawaluddin].





