Sementara itu, penasihat masjid menyampaikan pentingnya adanya kolaborasi yang harmonis antara pemerintah dan pihak masjid untuk mencapai keselarasan dalam pengembangan masjid.
Ia juga menyarankan pemanfaatan lahan kosong di sekitar masjid agar dapat menjadi area yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.“Kita perlu memiliki penanggung jawab yang jelas dalam mengelola pembangunan ini agar tercipta kesinambungan yang baik antara pemerintah dan pihak masjid.
Selain itu, pemanfaatan lahan kosong di sekitar masjid dapat dipertimbangkan untuk dijadikan area yang lebih produktif,” ungkap penasihat masjid.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan rencana yang matang dan komprehensif untuk perbaikan sarana dan prasarana Masjid Agung Ruhama Takengon, sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi jamaah serta menjadi pusat kegiatan keislaman yang membanggakan masyarakat Aceh Tengah.
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut pengurus masjid, BKM (Badan Kemakmuran Masjid), Ketua MPU Aceh Tengah, serta penasihat masjid, selain itu para pihak teknis dan konsultan perencana yang ada di daerah setempat (AR)




