Ketua BKM juga menyebutkan adanya beberapa bantuan dari pihak swasta seperti Grand Bayu Hill, Toko Emas, dan beberapa investor yang turut mendukung pembangunan dan pelayanan masjid.
“Kami telah berupaya meningkatkan pelayanan, termasuk dengan pembuatan sekat di kamar mandi perempuan untuk menjaga privasi jamaah. Selain itu, tempat penyimpanan sepatu dan sandal sudah disediakan untuk meminimalisir kehilangan. Bahkan, pada sore hari sudah ada masyarakat yang memanfaatkan halaman masjid untuk berbuka puasa, seperti halnya yang terjadi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,” jelas Hamdan.
Di sisi lain, pengurus masjid memaparkan beberapa permasalahan teknis yang masih memerlukan perhatian serius. Di antaranya adalah kondisi kamar mandi di bagian selatan yang memiliki septic tank langsung di bawahnya sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan penyedotan.
Selain itu, saluran air di tempat wudhu sering mengalami hambatan, keran air kerap patah, serta terdapat atap yang bocor. “Permasalahan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Kami berharap dengan adanya rapat koordinasi ini, seluruh pihak dapat memberikan solusi terbaik demi kenyamanan para jamaah,” ujar perwakilan pengurus masjid.
Perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat sangat penting untuk memastikan pembangunan masjid berjalan sesuai dengan nilai-nilai syariah dan aturan yang berlaku.




