“Ramadhan sudah pergi kembali kepada Allah dan semoga kita bertemu kembali di bulan Ramadhan yang akan datang dan semoga Ramadhan kali ini kita jadi orang-orang yang beruntung,” ungkapnya.
Lebih jauh, Nazaruddin mengatakan kepergian Ramadhan tersebut malaikat menyebutnya sebagai musibah bagi umat Muhammad SAW. Di mana umat Islam akan kembali menghadapi jihad akbar setiap saat, yaitu godaan-godaan untuk kembali berbuat maksiat dan terjerumus dosa kepada Allah SWT.
Untuk itu, Nazaruddin mengajak jamaah untuk menjaga pondasi iman dan segala Amal yang telah dijalankan selama Ramadhan. “Semua nilai- nilai amalan tidak rusak apa yang sudah kita lakukan dalam bulan Ramadhan,” ujarnya.
“Setelah Ramadhan kita masuk dalam kesucian seperti bayi yang baru lahir. Dan ini terjadi di pagi hari ini. Semoga aktifitas Ramadhan kita mampu mengimplementasikan di bulan Fitrah ini,” kata Nazaruddin.
“Hari raya ini merupakan hari kemenangan bagi kita yang berpuasa, kemenangan dari godaan setan. Dan kita mampu melawannya di bulan Ramadhan,” sebutnya.
“Bulan fitrah ini dianjurkan bersilaturrahmi. Momentum Syawal ini kita perkuatkan persatuan dan kesatuan kita. Merajut dan mengikat persaudaraan kita. Baik dengan keluarga, tetangga dan sesama kaum muslimin. Di bulan Fitrah ini ayo kita meminta doa dan ampunan dari orang tua kita,” ujarnya.




