“Serta yang paling utama adalah bahwa sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW harus dijadikan suri tauladan bagi kita semua. Mudah-mudahan melalui kegiatan memperingati Isra Mikraj ini, kita dapat terus-menerus memperteguh sikap istiqamah kita dalam meneladani perjuangan Rasulullah,” kata Dayan Albar.
Dalam momentum yang sama, lanjutnya, semua umat Nabi Muhammad patut bersyukur karena kegiatan ini dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah di antara ulama dan umara, memperkuat persatuan dan kesatuan di antara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, TNI/Polri, para ulama, Ormas keagamaan, dan seluruh komponen umat yang ada di daerah ini.
“Isra mikraj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam misi kerasulan Rasulullah Muhammad SAW. Peristiwa luar biasa itu harus kita yakini benar-benar di dalam hati. Oleh karena itu, setiap kita memperingati isra mikraj hendaknya tidak sekadar larut dalam acara seremonial saja, akan tetapi hendaknya kita dapat mengimplementasikan nilai-nilai dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Terutama teladan tentang kesungguhan, ketabahan, dan kesabaran Rasul dalam mengemban amanah,” ujarnya lagi.
Disampaikan, peringatan isra mikraj diselenggarakan untuk menjadi renungan, agar selalu mempelajari apa makna dan hikmah yang terkandung di dalam peristiwa tersebut. Salah satu hikmah isra mi’lkraj yang paling penting, adalah tentang kewajiban shalat lima waktu, yang Allah perintahkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW.




