PETA Lancarkan Kampanye Terhadap Perusahaan Terkait Ini

Sabtu, 10 Desember 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto. Indentitas

Sumber foto. Indentitas

PETA meminta perusahaan di seluruh dunia untuk menghentikan penjualan kopi luwak yang dihasilkan dengan kekejaman serta meminta pemerintah mengkaji kembali status halal.

JAKARTA, (MA) Hari ini, berbekal rekaman investigasi terbaru yang menunjukkan luwak berjalan mondar-mandir dengan gelisah dan mengayunkan kepalanya secara repetitif, dalam kandang sesak dan kotor di peternakan kopi luwak Indonesia, PETA melancarkan sebuah kampanye terhadap perusahaan di seluruh dunia yang saat ini menjual kopi yang diproduksi dengan kekejaman, dan mendesak mereka untuk menurunkan produk-produk tersebut dari rak penjualan.

BACA JUGA...  Nikmati Keistimewaan Kopi: Rasa, Aroma, dan Kenikmatan Alam

PETA juga meminta kepada Kementerian Agama yang tahun ini merilis sertifikasi halal baru, untuk menghapus kopi luwak dari jajaran produk halal karena terbukti diproduksi dengan kejam.

Indonesia adalah produsen nomor satu kopi luwak, dan investigasi PETA mengungkap bagaimana produsen dengan sengaja melabeli kopi dari luwak yang ditangkap sebagai kopi “asli luwak liar” untuk menipu konsumen dan peritel. Salah satu produsen mengesampingkan klaim tersebut sebagai “strategi pemasaran”, sementara lainnya mengaku kesulitan mendapatkan kotoran luwak liar yang mengandung biji kopi.

BACA JUGA...  Sambangi Mapolda Aceh, Mahasiswa Sampaikan Apresiasi dan Ucapan Selamat Datang Calon Kapolda Aceh

Menurut salah seorang pekerja, dalam setahun petani kopi luwak hanya bisa mengumpulkan tidak lebih dari 20 kilogram kotoran luwak liar, sementara luwak tangkapan yang diberi makan dengan paksa dapat menghasilkan 400 kilogram. Perusahaan seringkali menawarkan sertifikasi yang sia-sia, untuk mencoba menipu konsumen agar berpikir bahwa kopi luwak adalah produk yang etis.

BACA JUGA...  Dari Gayo Lues hingga Aceh Jaya, Coffee & Roastery Ramaikan Festival Kopi Kutaraja

Berita Terkait

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah
Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat
Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong
DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
Tantawi Komit Perjuangkan Guru Honorer Madrasah Swasta 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:23 WIB

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 September 2026 - 12:10 WIB

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Berita Terbaru

HUKOM

KPK Usut Korupsi BPN

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:50 WIB

Tim Gabungan mengevakuasi jenazah korban ke dalam mobil untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.(Foto/mediaaceh.co.id/(istimewa).

PERISTIWA

Nelayan Meukek Ditemukan Meninggal

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:41 WIB

Pertemuan dan Silahturahmi Direksi PT BAS dengan Kapolda Aceh.

RAGAM BERITA

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:29 WIB

Penyerahan SK Ketua DPD Partai Demokrat Aceh oleh Walikota Lhokseumawe Sayuti Abu Bakar.

POLITIK

Sayuti Resmi Nahkodai Demokrat Aceh

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:05 WIB

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB