Peringati Hari Santri 2018, Amru Canangkan Program Gayo Lues "Negeri Seibu Hafizh"

  • Bagikan

 57 total views,  1 views today

Blangkejeren (ADC) Seluruh daerah di Indonesia memperingati hari santri pada hari Senin, 22 Oktober 2018. Berbagai kegiatan dan aktifitas digelar dalam rangka menyambut Hari santri tersebut, seperti menggelar musabaqah, dan memberikan hadiah kepada santri dan sebagainya.

Sementara Kabupaten Gayo Lues merayakan Hari Santri tahun ini diisi dengan kegiatan keagamaan berupa Tausiyah dan Zikir bersama yang digelar di seluruh pondok pasantren yang ada di Kabupaten Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues Muhammad Amru, pada upacara puncak Hari Santri, Senin 22 Oktober 2018 di halaman kantor Bupati setempat mengatakan, bahwa memperingati hari santri merupakan sebuah bentuk perhatian umat terhadap ilmu agama dan bentuk dorongan kepada generasi muda dalam menimba ilmu agama di dayah dayah dan pondok pasantren yang ada. Dengan tujuan terciptanya generasi muda yang bertakwa kedepan.

Pada kesempatan tersebut Bupati Amru juga mengungkapkan keinginannya untuk melaksanakan sebuah program untuk menciptakan Kabupaten Gayo Lues sebagai daerah produksi hafizh- hafizah kedepan. Sembari menaruh harapan besar pada ketekunan para santri yang sedang menuntuk ilmu di dayah dan pondok pasantren saat ini.

“Merekalah generasi mudah mudahan mampu mewujudkan Kabupaten Gayo Lues menjadi “Negeri Seribu Hafizh” ,” kata Bupati Muhamad Amru.

Harapan senada juga di utarakan oleh Pimpinan Pasantren Raudhatul Jihad di Desa Cinta Maju, Blangpegayo, H Tgk Aji Selamad, dimana ia mengharapkan pendidikan agama di setiap pesantren yang ada di wilayah Gayo Lues dapat ditingkatkan lagi, supaya dapat mewariskan ilmu agama yang optimal kepada generasi muda kedepan.

“Kita harapkan kualitas pendidikan agama di Gayo Lues bisa ditingkatkan, dan harus digalakan di setiap pasantren supaya anak generasi anak muda sekarang tidak terpenggaruh ke jalan yang sesat,”katanya.

Menurut Tgk Aji Saat ini kondisi generasi mudah dihadapkan oleh berbagai persoalan yang berpotensi merusak akidah dan kecerdasan, bilamana tidak cerdas dalam menjaga diri. Dan diharapkan kepada seluruh santri dan generasi muda untuk selalu menjaga diri dan mencegah diri dari hal hal negatif, demikian juga kepada pemerintah diharapkan untuk terus mendukung dan memberikan perhatian kepada dunia pendidikan agama (Dayah dan Pondok pasantren-read).

“Untuk itu, Pendidikan agama harus menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Gayo Lues agar generasi muda kita kedepan lebih berakhlak mulia dan jujur serta membagun daerah dengan baik,” demikian harapnya. (red/Ys)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...