“Saya mengajak seluruh keluarga di Aceh Selatan agar menjadikan Hari Keluarga Nasional sebagai refleksi untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter, melindungi anak, serta menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia,” katanya.
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kepribadian seorang anak. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan daerah maupun pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kualitas keluarga.
“Hari Keluarga Nasional mengingatkan kita bahwa membangun bangsa tidak dimulai dari gedung-gedung yang megah, tetapi dimulai dari rumah. Ketika setiap keluarga mampu menghadirkan kasih sayang, keteladanan, komunikasi yang baik, dan pendidikan karakter, maka sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Indonesia,” ungkapnya
Menurut Harnailis, tantangan keluarga saat ini semakin kompleks dengan terjadinya perkembangan teknologi digital, perubahan pola hidup, hingga pengaruh media sosial menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi bersama oleh orang tua.
“Di era digital ini, anak-anak kita menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus hadir secara emosional. Anak membutuhkan perhatian, pelukan, dialog, dan teladan yang baik dari kedua orang tuanya,” katanya.




