Tapi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminang dirinya untuk dicalonkan di daerah pemilihan (dapil) III dengan alasan hanya untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan. Sebagaimana dipersyaratkan pada saat itu, caleg perempuan harus 30 persen dari partai yang mengajukan caleg.
Waktu itu, dia bukan figur yang diandalkan, karena masih ada kader PPP yang diandalkan oleh partai yakni caleg incumbent yang juga pengurus partai.
Tetapi, berkat doa dan dukungan keluarganya, terutama Sang Ayah Alwijar, para sahabat dan kerabat serta masyarakat Tapaktuan-Samadua sehingga bisa menang terpilih.
Kala itu, periode 2014-2019, Yenni Rosnizar, merupakan perempuan pertama dan satu-satunya yang menang dan terpilih melalui Pemilu legislatif dengan sistem proporsional terbuka.
Hampir tidak ada yang menyangka, figur pemula dan yang tidak diandalkan itu, justru terpilih menjadi anggota DPRK. Dan, itu adalah periode pertamanya.
Bersama dia waktu itu, PPP meraih tiga kursi. Karena tidak mencapai kursi penuh, mereka membentuk fraksi gabungan dengan Fraksi API (Amanat Persatuan Indonesia).
Dia pun langsung dipercaya, sehingga diberikan amanah untuk memimpin Fraksi API dengan sebutan Ketua Fraksi API DPRK Aceh Selatan, yang merupakan fraksi gabungan terbanyak dengan sembilan orang anggota.




